
Sirau, 5 Februari 2026 — Sebanyak 18 siswa kelas Tahfidz MA Ma’arif NU 1 Kemranjen mengikuti kegiatan semakan Al-Qur’an dalam rangka memperingati haul Almaghfurlahuma KH. Ubaidi Utsman dan Ny. Hj. Nur Sangidah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Masjid Darul Ulum, Pondok Pesantren Darul Ulum Sirau.
Kegiatan semakan Al-Qur’an ini menjadi salah satu rangkaian acara haul yang bertujuan untuk mengenang jasa dan perjuangan KH. Ubaidi Utsman, yang dikenal sebagai salah satu pendiri Madrasah Aliyah Ma’arif NU 1 Kemranjen sekaligus kepala madrasah pertama, serta pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum. Sosok beliau memiliki peran penting dalam perkembangan pendidikan Islam, khususnya dalam membangun generasi yang berakhlak dan berilmu.
Pembina Tahfidz MA Ma’arif NU 1 Kemranjen, Ibu Khanatus Sa’diyah, S.Pd., menyampaikan bahwa program tahfidz memiliki tujuan utama mendekatkan siswa kepada Allah SWT melalui Al-Qur’an.
“Program Tahfidz adalah sebagai upaya agar siswa mendekatkan diri kepada Allah melalui kalam-Nya. Mereka tidak hanya menghafalkan Al-Qur’an, namun dalam prosesnya mereka sambil memperbaiki bacaan (tahsin) supaya apa yang mereka hafalkan benar-benar melanjutkan jejak para sahabat menjadi bagian dari mengukir sejarah, menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an. Menghafalkan Al-Qur’an adalah tahap awal untuk lebih mudah memahami kalam ilahi sebagai bekal pondasi menjalani kehidupan sehingga apapun yang mereka lakukan dilandasi oleh Al-Qur’an,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Madrasah MA Ma’arif NU 1 Kemranjen, Ibu Dr. Ernawati, S.Ag., M.Pd., menegaskan komitmen madrasah dalam mendukung program tahfidz melalui pemberian beasiswa kepada siswa program tahfidz.
“Madrasah memberikan apresiasi dengan pemberian beasiswa kepada siswa program tahfidz berupa bebas SPP selama menjalani proses pendidikan di MA Ma’arif NU 1 Kemranjen. Hal ini sebagai wujud menghargai usaha dan dedikasi, mendorong motivasi, mengembangkan karakter siswa seperti kesabaran dan ketekunan, mengintegrasikan nilai-nilai agama, dan meningkatkan prestasi akademik,” jelasnya.
Melalui kegiatan semakan Al-Qur’an ini, diharapkan para siswa dapat semakin meningkatkan kualitas hafalan dan bacaan, sekaligus meneladani perjuangan para pendiri madrasah dalam menegakkan pendidikan Islam. Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pondok pesantren dan lembaga pendidikan formal dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul.





