SISWA MA MA’ARIF NU 1 KEMRANJEN BELAJAR KEARIFAN LOKAL LEWAT PEMBUATAN TAPE

Kegiatan Kokurikuler Kearifan lokal lewat pembuatan tape

Kemranjen — MA Ma’arif NU 1 Kemranjen menggelar kegiatan kokurikuler bertema Pembuatan Tape sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis kearifan lokal, Selasa 03 Januari 2026, di lingkungan madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas XII dengan pendampingan guru dan pembina kokurikuler.

Kegiatan kokurikuler tersebut bertujuan menumbuhkan pemahaman peserta didik terhadap proses pengolahan pangan tradisional sekaligus menanamkan nilai kemandirian, kerja sama, dan pelestarian budaya lokal. Para siswa tidak hanya menerima penjelasan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan tape mulai dari persiapan bahan hingga proses fermentasi.

Pembina Kokurikuler MA Ma’arif NU 1 Kemranjen, Titik Kurniasih, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran kontekstual yang menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.

“Kokurikuler ini dirancang agar murid tidak hanya memahami konsep di kelas, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata melalui potensi lokal yang ada di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Guru Pendamping, Nurul Latifah, menambahkan bahwa tema pembuatan tape dipilih karena dekat dengan makna kesabaran.

“Tape ketan adalah simbol bahwa sesuatu yang dikerjakan dengan hati-hati akan membuahkan hasil yang manis. Satu hal yang paling penting dan sering kali menjadi ujian bagi kita adalah kesabaran. Di sinilah letak seninya: kita belajar bahwa hasil yang istimewa tidak bisa diburu-buru oleh suhu yang panas. Ragi harus tersebar merata, menyentuh setiap butiran dengan halus, seolah kita sedang menitipkan harapan,” tuturnya.

Antusiasme terlihat dari keaktifan siswa selama kegiatan berlangsung. Mereka bekerja dalam kelompok, berdiskusi, dan saling berbagi tugas agar proses pembuatan tape berjalan dengan baik.

Salah satu peserta didik, Isnanil Faizah, mengaku pembuatan tape ini menjadi kesan dalam mengikuti kegiatan tersebut.

“Jujur saja awalnya saya tidak menyangka membuat tape menjadi pengalaman yang berkesan bagi saya, selama ini saya hanya tahu cara makannya, tanpa pernah membayangkan betapa detail dan ajaibnya proses dibalik makanan fermentasi tradisional ini” ungkapnya.

Melalui kegiatan kokurikuler ini, MA Ma’arif NU 1 Kemranjen berharap dapat terus menghadirkan pembelajaran yang bermakna, relevan, dan berakar pada budaya lokal guna membentuk karakter murid yang kreatif dan berwawasan kebangsaan.